Cara Menjadi Web Developer Profesional Secara Otodidak

Teknologi telah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan modern manusia, terutama internet. Dengan internet, kita bisa mengakses situs-situs yang tidak hanya memberikan informasi, namun juga berbagai hiburan. Setiap situs tersebut tentunya dibuat oleh seseorang, dan profesi tersebut disebut Web Developer. Jika kamu ingin tahu cara menjadi web developer professional tanpa harus melalui pendidikan formal, disini kamu akan mengetahui hal-hal apa saja yang perlu kamu pelajari.

Web Developer

Kamu tentu harus tahu bahwa berprofesi sebagai web developer menjanjikan penghasilan yang relatif tinggi. Hal ini juga disebabkan karena kerumitan pekerjaan yang ditemui oleh para pengembang web. Selain itu, permintaan yang tinggi terhadap keahlian dibidang ini juga mendorong tingginya potensial pendapatan. Jadi, jangan merasa berkecil hati jika kamu menemukan kesulitan dalam belajar web development, karena keahlian kamu nanti akan dicari banyak orang.

Apa Saja Pekerjaan dari Seorang Web Developer?

Pekerjaan utama dari seorang web developer tentu saja adalah membangun situs dan aplikasi web untuk klien, baik berupa klien individu maupun perusahaan. Kesibukan web developer biasanya lebih ditekankan pada perancangan fungsional dari sebuah website. Namun, tidak jarang kita dapat menemukan web developer yang juga ahli dalam mendesain website menjadi menarik dan enak dilihat.

Selain itu, web developer juga diperlukan untuk mengerti sisi teknis dari sebuah website, mulai dari pengelolaan server, kemudahan penggunaan fungsi dari sebuah website, hingga pengelolaan keamanan data website tersebut.

Hal lain yang penting untuk menjadi web developer adalah kemampuan untuk mengembangkan konten website. Di zaman dimana hampir semua orang dapat membuat konten untuk internet, web developer harus menghadapi tantangan baru untuk menciptakan konten yang menarik untuk website mereka.

Apa itu Front-End Web Developer?

Orang-orang yang bertanggung jawab atas tampilan dari sebuah website disebut sebagai Front-End Web Developer. Mereka merancang tidak hanya tata letak dari website, namun juga bagaimana pengguna website berinteraksi dengan berbagai fungsi yang ada pada website tersebut.

Keahlian utama yang harus dikembangkan untuk menjadi front-end developer adalah kreativitas dan insting desain yang baik. Selain itu, mereka juga harus mengerti tingkah laku dari pengguna website agar bisa merancang situs yang ramah dan mudah untuk digunakan.

Teknologi yang paling sering digunakan untuk ini termasuk HTML, CSS, dan JavaScript. Dengan menguasai tiga hal tersebut saja, kamu sudah bisa memulai karir sebagai front-end web developer.

Apa itu Back-End Web Developer?

Seperti namanya, Back-End Developer banyak berurusan dengan hal-hal yang tidak terlihat oleh pengguna website. Misalnya, penyimpanan dan pengolahan data pengguna, bagaimana sebuah fungsi bekerja, pemanfaatan server, pengamanan website, dan sebagainya.

Salah satu hal paling penting untuk hal ini adalah kemampuan untuk mengelola database. Database sebuah website menyimpan segala jenis data yang berhubungan dengan website tersebut, misalnya username dan password pengguna, dokumen, konten, hingga informasi kartu kredit. Tanpa keahlian mengelola hal ini, akan sulit menjalankan sebuah website.

Selain database, Back-End Web Developer dituntut untuk menguasai salah satu Bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun website. Untuk Back-End, Bahasa yang paling populer termasuk PHP dan Python. Bahasa pemrograman tersebut biasanya lebih sulit untuk dipelajari dibandingkan dengan bahasa yang digunakan untuk Front-End. Ini juga sebabnya mengapa jumlah Back-End Web Developer lebih sedikit dibandingkan Front-End.

Apa itu Full Stack Developer?

Jika kamu berniat untuk tahu cara menjadi web developer dan ingin memiliki skill Front-End dan Back-End, maka kamu bisa saja disebut sebagai Full Stack Web Developer. Developer jenis ini tidak hanya mampu untuk mempercantik tampilan website, namun juga bisa mengelola dan membangun website dari titik nol. Menjadi Full Stack Developer memang tidaklah mudah, namun jika kamu memiliki niat kuat dan kemampuan yang baik, tidak mustahil untuk melakoni profesi ini.

Bagaimana Alur dan Cara Menjadi Web Developer?

Sama seperti profesi lainnya, jika kamu ingin menjadi web developer, maka ada hal-hal yang harus kamu kuasai. Keahlian paling pertama yang harus dipelajari adalah menggunakan HTML. HTML (Hypertext Markup Language) merupakan bahasa yang memberikan perintah kepada komputer untuk menampilkan teks sesuai dengan format yang diinginkan.

Selanjutnya, web developer juga harus mengerti CSS (Cascading Style Sheet). CSS memberikan kemudahan untuk mengubah warna, ukuran, posisi dan berbagai elemen lain pada setiap bagian website.

Setelah memahami HTML dan CSS, kamu harus memahami setidaknya satu bahasa pemrograman, seperti PHP, JavaScript atau Python. Tiga bahasa tersebut biasanya paling sering digunakan untuk web development. Pada tahap ini, kamu juga biasanya akan dibekali dengan keahlian mengelola database.

Jika hal-hal diatas sudah dikuasai, kamu sebenarnya sudah bisa menyebut diri sebagai web developer. Namun, kamu juga tetap bisa menambah nilai diri dengan mempelajari hal tambahan, seperti penggunaan Git, Linux, Framework, dan berbagai aplikasi pendukung untuk pekerjaan kamu sebagai web developer.

Apakah Karir Web Developer Potensial?

Dari tahun ke tahun, internet semakin banyak digunakan oleh masyarakat luas. Kebutuhan internet bahkan sudah hampir menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian masyarakat, terutama yang menggunakannya untuk pekerjaan mereka. Oleh karena itu, profesi web developer akan selalu menjadi profesi yang menjanjikan selama masyarakat masih menggunakan internet.

Selain itu, banyak perusahaan yang menggunakan internet sebagai salah satu channel promosi mereka. Ini membuka kesempatan bagi banyak orang untuk mencari tahu cara menjadi web developer. Yang paling menarik, pekerjaan ini juga tidak menuntut orang untuk selalu bekerja di kantor, sehingga ada peluang untuk melakukan pekerjaan ini dari rumah.

Copyright © 2020

Irfan Syahputra